PENGAMALAN AJARAN AGAMA DALAM MENINGKATKAN AKHLAKUL KARIMAH (STUDI COMPARATIVE ANTARA SISWA MTS. TPI SILAU DUNIA KECAMATAN SILAU KAHEAN DENGAN SMP NEGERI 2 SILAU KAHEAN KABUPATEN SIMALUNGUN


Judul:
PENGAMALAN AJARAN AGAMA DALAM MENINGKATKAN AKHLAKUL KARIMAH (STUDI COMPARATIVE ANTARA SISWA MTS. TPI SILAU DUNIA KECAMATAN SILAU KAHEAN DENGAN SMP NEGERI 2 SILAU
KAHEAN KABUPATEN SIMALUNGUN

Nama:
HERMANSYAH DAMANIK

Abstraksi:
Islam telah menawarkan konsep pendidikan yang sangat sesuai dengan kondisi manusia dan menawari akan langkah-langkah untuk meraih keluarga yang agamis. Kesemuanya ini adalah merupakan sifat dari keuniversalan Agama Islam yakni sebagai Agama yang paling sempurna. Karena di dalamnya mengandung nilai-nilai yang meliputi segala aspek kehidupan manusia. Dan melalui tuntutannya manusia itu di tuntut untuk dapat menggali pengetahuan yang ada dalam usaha mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Adapun nilai-nilai ajaran Agama secara garis besarnya terdapat pada dua hal yakni berbentuk suruhan dan berbentuk larangan, yang artinya bahwa manusia itu harus mampu melaksanakan segala sesuatu yang diperintahkan dan meninggalkan segala sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT.
Sehubungan dengan hal tersebut maka dapat dikatakan bahwa nilai-nilai Agama Islam sangat menopang keberhasilan pelaksanaan pendidikan anak. Karena dengan latihan-latihan keagamaan anak akan dapat terbiasa dan mengetahui nilai-nilai ajaran yang terkandung dalam ajaran Islam.
Dalam memberikan pendidikan, pemeliharaan dan pengembangan potensi dasar atau fitrah yang ada pada anak tak lain dan tak bukan adalah dengan sosialisasi dan intenalisasi nilai-nilai Agama terhadap anak, atau tepatnya pendidikan Agama dalam keluarga. Pendidikan dalam keluarga ini merupakan landasan yag paling menentukan dalam pembentukan pandangan hidup anak di masa depan. Oleh karena itu, kunci dan hakekat pendidikan keluarga adalah pendidikan Agama.
Dalam contoh konkrit keberhasilan pendidikan Agama dalam keluarga, anak berlaku hormat dan berakhlak mulia terhadap Allah SWT, orang tua dan guru serta sesama anggota masyarakat lainnya. Dalam hal ini orang tualah yang bertanggung jawab memberikan pendidikan, memelihara dan mengembangkan potensi dasar (fitrah) yang ada pada anak, karena masyarakat sebagai penanggung jawab pendidikan dalam keluarga yang pertama dan utama. Pelaksanaan pendidikan ini harus di tanamkan sedini mungkin, karena apabila hal ini di lalaikan maka akan mengakibatkan anak akan mengalami kekaburan terhadap makna Agama itu sendiri.
Dari hasil penelitian yang penuli lakukan di MTs. TPI Silau dunia kec. Silau Kahean dan SMPN 2 Silau Kahean Kab. Simalungun menghasilkan beberapa butir pengetahuan yakni pelaksanaan pengamalan ajaran Agama siswa baik di MTs TPI Sialu Dunia dan SMPN 2 Silau Kahean terlaksana dan berjalan dengan baik, karena selain tenaga edukatifnya khususnya dalam bidang studi Agama Islam cukup memadai serta profesional dan berpengalaman luas, juga sekolah ini termasuk lembaga pendidikan formal misalnya meningkatkan kualitas pendidikan Agama. Untuk mencapai ketinggian akhlak mulia dan ilmu pengetahuan yang dalam, peranan pengamalan ajaran Agama merupakan salah satu alternatif bijak erat tidak dapat di abaikan malahan mendapat prioritas prima guna mendidik siswa memiliki kepribadian muslim yang berilmu dan beramal shalih, bertanggung jawab dan berdisiplin. Pelaksanaan pengajaran Agama yang meliputi puasa, baca Al-Qur’an dan shalat membutuhkan pemahaman/reformasi terhadap pemberdayaan dalam pengembangannya secara praktisnya dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan dan pengajaran Agama di MTs TPI Silau Dunia Kec. Silau Kahean dan SMPN 2 Silau Kahean Kab. Simalungun mengkontribusikan efek positif kostruktif baik terhadap para guru yang bertugas sebagai tenaga edukatif, demikian pila bagi siswa dalam mengikuti pembelajaran secara teoritis maupun praktis. Terhadap pendidikan dan pengajaran Agama yang senantiasa dilaksanakan secara intensif dan berkesinambungan maka taat menumbuhkembangkan motivasi pengamalan beragama terhadap siswa, sehingga mereka melalui pembiasaan yang didisiplinkan oleh guru, dalam mengamalkannya adalah dengan kesadaran penuh dan bukan sebaliknya akibat keterpaksaan. Adanya keterkaitan antara pengenalan ajaran Agama dengan peningkatan akhlak siswa membuktikan kenyataan yang sebenarnya apabila semakin baik pelaksanaanpenamalan ajaran Agama yang diterapkan maka akan semakin tinggi pula tensi peningkatan akhlak siswa baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari. Faktor penghambat yang terjadi adanya dari guru, lingkungan, keluarga, dan dari siswa itu sendiri. Dan peluang yang mesti dilakukan dari hal tersebut adalah mengaktifkan pemberdayaan secara optimal, sistematis dan koordinasi yang baik dari semua pihak, baik yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: